Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Daniel M. Rosyid : “PPKM Darurat Bentuk Maladministrasi Pemerintah?”

 

PKAD—PPKM “Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat” dimaksudkan untuk membatasi kegiatan masyarakat yang jauh lebih ketat dibandingkan sebelumnya. Menurut Prof Daniel M. Rosyid (Kurator Kuliah Kebangsaan Bung Karno) yang menjadi Narasumber di acara Insight PKAD ke-44, Senin (5/7/2021), menilai bahwa PPKM ini adalah bentuk dari maladministrasi publik 


“Ini maladministrasi publik atau mal praktek yang dilakukan pemerintah. Pemerintah seperti menciptakan regulasi ugal-ugalan. Pasalnya hanya bisa ditafsirkan sepihak oleh penguasa saja,”tegasnya di awal. 


Kondisi seperti ini karena birokrasi seharusnya dirancang agar penguasa melayani publik atau masyarakat yang telah memilih saat pemilu kemarin. Naasnya, biaya politik yang mahal, mengharuskan oligarki mengutak-atik kepentingan-kepentingan ekonomi. Berbagai macam sektor mulai dari kesehatan, pendidikan, industri dan lain-lainnya.


Selain Prof Daniel, hadir pula Dr. Suswanta, M.Si (Pengamat Kebijakan Publik) dan Syafril Sjofyan (Pengamat Kebijakan Publik dan Sekjend Forum Komunikasi Patriot peduli bangsa) sebagai narasumber. Acara diskusi mengangkat tema “Gawat!! PPKM Darurat??” Diskusi ini hadir semata-mata untuk mengurai solusi dari berbagai permasalahan negeri ini.


Dalam pemaparan Prof. Daniel menyebutkan hal-hal kedaruratan dari PPKM ini adalah maladministrasi, yaitu: 


1. Kebijakan yang akan dikeluarkan itu tidak dipromosikan. Artinya masyarakat tidak diajak aktif berpartisipasi.

2. Masyarakat diposisikan hanya sebagai konsumen vaksin atau obat-obatan.

3. Diprediksikan pemberian vaksin kepada masyarakat belum melalui uji klinis. Sehingga kemungkinan juga BPOM tidak independen.

4. Adanya ketaatan yang berlebihan kepada WHO, karena resep cina dan Eropa yang diterapkan di Indonesia tidak sepenuhnya cocok.


Solusi yang ditawarkan oleh Prof. Daniel adalah tidak perlu menggunakan solusi internasional. Lebih kepada kemandirian negara. Artinya dengan limpahan rempah-rempah yang dimiliki sudah seharusnya bisa memproduksi minuman herbal atau obat-obatan herbal. Menarasikan bagaimana gaya hidup sehat melalui media-media sehingga masyarakat tidak ditempatkan sebagai konsumen Rumah sakit atau klinik-klinik.


Diskusi virtual ini dilakukan secara streaming melalui zoommeeting dan Chanel YouTube PKAD yang dinikmati lebih dari 3.500 viewers. PKAD sendiri hadir dalam rangka mencerdaskan umat dan menyuguhkan berbagai berita-berita aktual dan menawarkan solusi dalam pandangan Islam.[]

Posting Komentar

0 Komentar