Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

INSIGHT #54:”The Guardian Of Oligarchy Inikah Presiden Masa Kini?”

 


PKAD—Tiba-tiba The Guardian of Oligarch dari BEM Udayana Bali menjadi trending. Gelombang kritik kepada pemimpin negeri ini menyeruak tajam. Kalangan mahasiswa kembali bergerak dan memanaskan diri. Karenanya, Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD) mengadakan diskusi online :”The Guardian Of Oligarchy Inikah Presiden Masa Kini?”


Diskusi dilaksanakan pada Rabu (28/7/2021) Pukul 15:30-17:00 WIB. Tak tanggung-tanggung hadir Muhammad Novriansyah Kusumapratama (Ketua Umum BEM Udayana Bali), Khotibul Umam (Forum Mahasiswa Muslim Peduli Bangsa), dan Dr Erwin Permana (Aktifis Mahasiswa Universitas Indonesia 2008-2010).


Seperti diketahui kritik “The Guardian of Oligarch” BEM Udayana telah melakukan kajian. Ragam pengkajian mengenai pelemahan KPK dan produk hukum saat ini yang melanggengkan eksplorasi alam. 


Ditengarai kepentingan oligarki muncul pada regulasi yang ada. “Memang yang kita lihat saat ini bagaimana kekuasaan pemerintah kebanyakan dipegang atau dikuasai oleh pihak-pihak tertentu saja”, paparnya.


Kemudian, Khotibul Umam menjelaskan Perlu adanya pergerakan sistemik yang dilakukan oleh Organisasi Pemerintahan Mahasiswa kepada mahasiswa aktif lainnya, untuk memunculkan mahasiswa yang kritis yang akan melakukan perbaikan.


Tambahnya, “Mahasiswa aktif di organisasi tidak hanya belajar keterampilan management semata. Namun, untuk membuka pemikiran-pemikiran positif demi kebangkitan masyarakat,” tandas Umam.


Penilaian lain disampaikan Erwin Permana. “Ibarat mahasiswa, menurut saya rezim hari ini layak mendapatkan angka IPK 4,2 dalam hal menjaga kepentingan para oligarki”,jelasnya.


Erwin juga mempertanyakan kebijakan pemerintah selama ini pro kepada siapa? Banyak kebijakan yang hanya menguntungkan segelintir orang.


“Justru sebaliknya, yang dibutuhkan masyarakat ini adalah pembangunan pada sektor kebutuhan primer. Mereka yang di desa membutuhkan pembangunan pertanian, perternakan, perkebunan. Ini seharusnya bisa didorong oleh pemerintah, tapi tidak dilakukan”, bebernya.


Diskusi berjalan lancar. Atensi pemirsa tampak di live streaming You Tube Pusat Kajian dan Analisis Data. Lebih dari 1.600 viewers. Alhamdulillah.

Posting Komentar

0 Komentar