Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Sekjend FPDMPB Pertanyakan Benarkah IKN untuk Rakyat?



PKAD—Mengkritisi kebijakan pemerintah yang terburu-buru dalam menetapkan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN), Dr.Faqih Syarif, M. Si (Sekjend. Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa) menyatakan kebijakan itu sangat tidak berpihak pada rakyat. 


"Ditengah rakyat terdampak pandemi dan krisis ekonomi, negara malah mengalokasikan APBN untuk membiayai IKN, lalu pertanyaannya untuk siapa IKN itu dan siapa yang diuntungkan?," tanyanya dalam liputan khusus Pusat Kajian dan Analisa Data (PKAD) : Audiensi dan Pernyataan Sikap Tolak Project IKN Agenda Oligarki (Jum'at, 28/01/22) di YouTube Pusat Kajian dan Analisa Data. 


Lalu Faqih melanjutkan apalagi keadaan IKN itu ternyata bukan tanah kosong tapi ada ratusan perusahaan batubara, kepala sawit, ratusan industri dan PLN yang berbahan dasar batubara, maka pasti disitu akan ada konsesi.


"Ternyata banyak tokoh nasional dan daerah yang mempunyai lahan di sana, dan lagi-lagi rakyat bertanya untuk siapa IKN ini sehingga harus disahkan terburu-buru?," ungkapnya. 


Kemudian Faqih menyampaikan, apa yang disampaikannya ini merupakan bentuk keperdulian terhadap bangsa dan merupakan bagian dari amar ma'ruf nahi mungkar agar terhindar dari musibah yang akan ditimpakan pada kita berupa seorang pemimpin yang zalim dan tidak dikabulkannya doa orang-orang yang salih. 


"Semoga kita diberikan hidayah oleh Allah dan masih diberikan kesadaran akan hubungan kita dengan Allah karena inilah ruh yang akan memberikan semangat untuk menjalankan hidup ini," tutupnya.

Posting Komentar

0 Komentar