Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

BARA API Menolak Penundaan Pemilu: ”Ada Pihak yang Ingin Langgengkan Kekuasaan”



PKAD—Ketua Umum Nasional Barisan Rakyat Andika Presiden Indonesia (Bara API) Adi Kurniawan menolak penundaan Pemilu 2024. Hal ini beliau sampaikan ketika menjadi salah satu narasumber dalam [LIVE] Insight #144 Pusat Kajian Dan Analisis Data bertajuk "Tunda Pemilu dan Wacana 3 Periodr: Lanjutkan Pak Dhe?" (Rabu, 2/3/2022).


Adi menyampaikan alasannya yang pertama adalah Presiden Jokowi sendiri sudah menolak berkali-kali soal dorongan menjadi presiden dalam 3 periode. Yang artinya ini bukan kehendak Jokowi juga. Adi melihat sebenarnya ini soal dorongan-dorongan Pemilu ditunda bukan lahir dari Jokowi. Akan tetapi ada pihak-pihak yang mencoba menggiring opini penundaan Pemilu 2024 tersebut. Yang itu tentunya berkaitan dengan banyak kepentingan politik.


"Yang pertama mungkin ada beberapa partai yang tidak ingin 2024 ini anjlok. Kedua memang ada pengusaha-pengusaha yang tidak ingin keluar uang gituloh. Dan ketiga, ya ini mainan relawan-relawan juga." Ungkap Adi.


Adi juga menyampaikan ini yang sebenarnya harus kita tolak. Kenapa kita menolak, ya memang harus ditolak. Memang ada pihak-pihak yang ingin langgeng kekuasaannya tapi bukan berarti ini adalah permintaan dari Presiden. 


“Seluruh rakyat ini harus bersatu padu menolak giringan-giringan opini tersebut. Karena Biar bagaimanapun pemilu harus dijalankan, sesuai dengan kesepakatan KPU bersama DPR,”tandasnya.


Pemilu harus tetap dilakukan walaupun mungkin negara sudah tidak punya uang. Karena pemerintah cepat-cepat mengolah IKN biar jadi duit. Kan pembiayaan Pemilu ini besar, mungkin itu menjadi pertimbangan juga. 


“Disamping itu karena negara ini habis-habisan untuk mengurusi pandemi, negara sudah berhutang untuk urusan pandemi saja. Belum lagi mau menghadapi pemilu. Ini akan mengeluarkan uang lagi,”ungkapnya sebagai pertimbangan.


Acara diskusi berlangsung menarik. Banyak pertanyaan masuk dan menanggapi dari berbagai sudut pandang lainnya.[]

Posting Komentar

0 Komentar