Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Menjadi Ibu Bijak ditengah Harga Minyak Melonjak


Oleh. Fita Fatimah NS


Pemerintah akhirnya mencabut aturan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan sederhana sebesar Rp13.500 per liter dan premium Rp14.000 per liter kini menjadi Rp.25.000 hingga Rp.30.000. Harga minyak goreng kemasan 2 liter semula Rp28.000, kini tembus hampir Rp50.000. Sedangkan untuk harga minyak goreng curah naik dari Rp11.500 per liter menjadi Rp14.000 per liter.


Hal tersebut tentu saja mengagetkan semua pihak terutama para ibu. Apalagi selera makan masyarakat kita yang cenderung lebih menyukai masakan renyah serba goreng daripada dikukus atau dipanggang. Jika memang demikiam maka semua akan kembali kepada diri kita bagaimana cara untuk menyikapi dan menyiasati agar tetap bisa menyajikan masakan, menjaga citarasa masakan sekaligus mempertahankan anggaran belanja tetap efisien meski mengalami lonjakan harga.


Nah, berikut beberapa tips yang bisa ibu-ibu lakukan untuk menyiasati penggunaan minyak goreng yang berlebihan:


1. Mengubah metode memasak kita dari menggoreng diganti dengan mengukus, merebus atau dibakar. Toh hasil masakan akan tetap nikmat dan lebih menyehatkan.


2. Gunakan sedikit minyak saat menggoreng serta gunakan wajan penggorengan yang datar. Jika kita tidak memasak dengan teknik deep frying yang membutuhkan banyak minyak, maka hindari penggunaan wajan yang berbentuk cekung. Sebab, semakin cekung wajan yang digunakan, semakin banyak minyak yang diperlukan untuk menggoreng.


2. Gunakan Minyak goreng berkualitas tinggi.

Setelah proses penggorengan pertama, minyak goreng boleh digunakan lagi. Minyak bekas pakai masih layak untuk memasak, asal kita menggunakan minyak goreng dengan kualitas tinggi. Contohnya, minyak goreng kelapa Mamaco. Minyak goreng kelapa Mamaco juga lebih baik untuk dipakai berulang hingga lebih dari 6 kali penggorengan karena tidak mudah menghitam dan berbau. Bahkan, minyaknya akan menyusut lebih sedikit dibandingkan minyak kelapa sawit sehingga pemakaian minyak kelapa ini akan lebih hemat. (Sarimas.com 18/09/2019)


3. Bersihkan Minyak Bekas Pakai Sebelum Disimpan.

Pilih wadah untuk minyak bekas pakai (jelantah) yang baik, seperti dari bahan stainless steel yang berpenyaring atau oil pot. Karena penyaring oil pot lebih rapat dan halus dibanding penyaring teh atau santan. Jadi, hasil saringannya lebih baik. Simpan ditempat jauh dari panas dan tutup dengan rapat. Untuk pemakaian jangka lama bisa disimpan dikulkas.

(Kompasiana.com 05/12/2021)


Itulah beberapa tips penggunaan minyak goreng secara tepat. sehingga diharapkan mampu menekan anggaran belanja untuk minyak goreng. Sedangkan ada hal lain yang tak kalah penting untuk dilakukan ibu-ibu agar tetap stabil mindsetnya, tidak stress menghadapi permasalahan kebutuhan rumah tangga.


1. Yakinlah bahwa segala sesuatu sudah Allah beri jatah rizki masing-masing, sudah tertakar dan tidak akan tertukar. Tidak akan dipengaruhi oleh apapun termasuk tingginya harga bahan makanan. Simak kisah orang-orang shalih terdahulu dalam menyikapi problematika hidupnya,


Ada seseorang yang mendatangi Salamah bin Dinar rahimahullah dengan mengeluhkan tentang mahalnya harga barang. Lalu Salamah bin Dinar menjawab, "Apa yang membuat kalian khawatir? Sesungguhnya Dzat yang memberi kita rizki di saat barang-barang murah adalah Dzat yang memberi rizki kepada kita saat barang-barang mahal." (Hilyatul Aulia 3/239)


Tetap yakin bahwa Allah pasti akan memenuhi kebutuhan kita.


2. Mulailah berikhtiar untuk berinovasi mencari sumber penghasilan tambahan, agar mampu mengimbangi jumlah pengeluaran anggaran rumah tangga yang semakin meningkat.


3. Perbanyak istighfar agar diberikan Allah jalan keluar dari setiap kesulitan yang kita hadapi. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam, bahwa istighfar merupakan jalan keluar dari setiap kesedihan, serta merupakan salah satu kunci rezeki. 


“مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ”


“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR. Ahmad)


Serta selalu berdoa, meminta kepada Allah rizki yang baik lagi berkah. Dan semoga kita semua dicukupi oleh Allah, aamiin

Posting Komentar

0 Komentar