Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Dr. Abdul Chair Ramadhan.S.H.,M.H. : Hukum Islam Tidak Bisa dihadapkan Pada Hukum Positif


PKAD—Pakar pidana Dr. Abdul Chair Ramadhan.S.H.,M.H. menegaskan bahwa syariat Islam tidak bisa dihadap-hadapkan dengan hukum positif, karena secara kajian akademis menunjukkan keduanya saling bersebrangan dan tidak berkesesuaian baik paradigmanya, metodeloginya dan tujuannya. 


"Islam jelas tidak bersifat seperti hukum positif yang semakin tidak jelas kejelasannya. Sedangkan syariat Islam itu bersifat obyektif, fundamental dan universal serta kebenarannya absolut. Hal itu karena berasal dari Allah Azza wa Jalla,"paparnya dalam perspektif #37 Pusat Kajian dan Analisa Data (PKAD) : Diskursus Negara Bersyariah atau Berkhilafah?( 02/06/22) di YouTube Pusat Kajian dan Analisa Data. 


Lebih lanjut ia menambahkan, bahwa syariat Islam itu memberikan petunjuk secara konkrit melalui Rasulullah Saw dan dijalankan oleh Khulafur Rosyidiin. 


"Dan sunnah ini kita yakini dari dua hal yaitu Al Qur'an dan Al Hadits. Maka, tidak mungkin Khulafaurasyidiin bertentangan dengan dua hal tersebut karena telah dicontohkan dan warisan sistem pemerintahan Islam yang berlanjut sampai Umayah, abasiyah dan utsmaniyah," jelasnya 


Lalu di akhir penyataannya ia memyampaikan, penjelasan ini harus disampaikan kepada masyarakat bahwa syariat Islam dan hukum positif itu tidak bisa dihadap-hadapkan karena kalau bicara kejujuran, pancasila dan UUD 45 itu dibentuk atas dasae religius dalam hal ini adalah syariat Islam.[]

Posting Komentar

0 Komentar