Home

News update : Intelektual yang besar ialah intelektual yang peduli terhadap persoalan yang dihadapi bangsanya. Tak mengherankan, Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa yang menghimpun Profesor dan Doktor dari seluruh wilayah Indonesia mengadakan diskusi daring untuk membahas berbagai isu strategis kekinian. Bertema “Indonesia di Pinggir Jurang Resesi, Benarkah?”, FGD Online dilakukan pada Sabtu (19/9/2020) pukul 08.00-11.30 WIB. Prof. Dr. Ing Fahmi Amhar (Professor Riset & Intelektual Muslim) memaparkan analisis mendasarnya. Berpengalaman hidup dan mengunjungi lebih dari 40 negara di dunia, khususnya di Eropa ketika mengambil studi sarjana hingga doktoralnya, menjadikan paparannya menarik. “Resesi dapat mengakibatkan penurunan secara simultan pada seluruh aktivitas ekonomi seperti lapangan kerja, investasi, dan keuntungan perusahaan. Resesi sering diasosiasikan dengan turunnya harga-harga (deflasi), atau, meningkatnya harga-harga (inflasi) dalam proses yang dikenal sebagai stagflasi,”ungkapnya di paparan slide materi yang ditampilkan dalam diskusi. *Selengkapnya klik:* https://www.pojokkota.com/2020/09/persoalan-bangsa-ini-sistemik-dua.htmlSudah menjadi tanggung jawab sebagai anak bangsa. Tak cuma bangga sebagai intelektual yang menyandang gelar Professor dan Doktor. Ratusan intelektual ini bereaksi keras dalam FGD Online #6 bertajuk “Indonesia di Pinggir Jurang Resesi, Benarkah?” Diskusi ini dilatarbelakangi kondisi Indonesia yang porak poranda dihajar wabah Covid-19. Ekonomi menjadi taruhan besar bangsa ini. Mampukah keluar dari ancaman resesi atau terlibas ke dalamnya? Dr. Fahmy mengutip beberapa kondisi aktual negara-negara besar yang mulai tumbang dan masuk ke dalam jurang resesi akibat pertumbuhan ekonomi-nya negatif dua kuartal berturut-turut. Terbaru, resesi dialami oleh Amerika Serikat (AS) akibat kontraksi ekonomi hingga minus 32,9 persen pada kuartal II 2020. Sebelumnya pada kuartal I 2020, ekonomi negeri Paman Sam telah mengalami pertumbuhan negatif sebesar 5 persen. Resesi pada kuartal II tahun ini juga menempatkan AS ke kondisi perekonomian terburuk sejak 1947 silam. *Selengkapnya klik:* https://www.pojokkota.com/2020/09/indonesia-di-pinggir-jurang-resesi.html Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

WORLDWIDE TRENDS : GELOMBANG DUKUNGAN KEPADA ISLAM KAFFAH



Oleh : Ahmad Sastra

Mungkin dunia terkejut. Sebab di tengah gencarnya framing jahat atas syariah Islam oleh para musuh Islam, namun tren dunia di sosmed justru terjadi gelombang besar dukungan atas syariah Islam. Hari ini (31/08/19) yang merajai trading topic di tweeter dunia justru dukungan dunia akan Islam kaffah dan khilafah.

Islam, bagaimanapun adalah sebuah agama sekaligus ideologi yang benar dan baik untuk kehidupan manusia di dunia. Islam adalah rahmat bagi manusia dan alam semesta. Islam adalah solusi terbaik bagi krisis multidimensi kehidupan manusia. Dunia telah sekarat dibawah dominasi ideologi setan kapitalisme dan komunisme.

Islam adalah sempurna yang meliputi ajaran tentang ritual dan kehidupan. Aspek kehidupan seperti pendidikan, ekonomi, budaya, hukum, politik dan sosial diatur secara sempurna untuk kebaikan seluruh manusia. Islam hadir untuk kebaikan seluruh manusia, bukan hanya untuk umat Islam saja.

Maka Islam menuntut untuk diterapkan secara kaffah, bukan setengah-setengah. Islam tidak hanya sebatas perasaan dan ritual, namun sistem hukum dan pemerintahan. Islam dan negara seperti saudara kembar, begitulan Imam Al Ghazaly bertutur. Penerapan syariah Islam  secara kaffah hanya bisa dilakukan dalam institusi khilafah Islamiyah, bukan demokrasi.

Sebab secara esensial, demokrasi justru anti Islam. Demokrasi adalah ideologi transnasional yang meniadakan kedaulatan Allah dalam menata rakyat dan negara. Sebaliknya, demokrasi justru menuhankan manusia (antroposentrisme) dimana manusia (rakyat) dijadikan sebagai yang berdaulat untuk membuat hukum.

Itulah mengapa negara-negara demokrasi selalu melarang dominasi Islam politik. Jikapun Islam politik berhasil memenangkan pemilu dengan sistem demokrasi sekalipun, maka akan dirobohkan dengan cepat. Maka, demokrasi adalah sistem kufur dan bukan jalan bagi penerapan Islam kaffah.

Trend dunia atas dukungannya kepada penerapan Islam kaffah pertanda dominasi ideologi kapitalisme barat dan timur telah mendekati sekarat. Ideologi setan kapitalisme telah terbukti menyengsarakan rakyat, memecah belah umat, memiskinkan manusia, merusak lingkungan, menyuburkan maksiat, melegitimasi kezoliman, menyebabkan peperangan, dan menjadi akar atas depresi sosial masyarakat modern dikarenakan kehilangan visi hidupnya.

Maka wajar jika umat Islam dan dunia berharap syariah Islam segera diterapkan di seluruh dunia dan menumbangkan dominasi ideologi setan kapitalisme demokrasi sekuler. Maka pada saat Islam diterapkan secara sempurna, berbondong-bondong manusia akan memasuki agama mulia ini disebabkan keberkahan Allah dari langit dan bumi akan dirasakan oleh seluruh manusia.

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu Lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (QS An Nashr : 1-3)

Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS Al A’raf : 96)

*[AhmadSastra,KotaHujan,31/08/19 : 19.00 WIB]*

Posting Komentar

0 Komentar