Home

PKAD—Chanda Purna Irawan menilai vonis HaErEs dan Pinagki ini adalah tindakan hukum yang berat sebelah sekaligus zalim. Jika memang kebohongan dianggap sebagai pidana, maka mestinya pejabat negara yang membuat statement atau kampanye yang tidak ditunaikan itu dianggap telah berbohong dan harus dipidana. Chandra Purna Irawan kemudian menyoroti mobil esemka, “Katanya ada mobil esemka, kok saya belum pernah lihat mobil merk itu ya? Nah kalau memang itu tidak nyata, berarti itu bohong dan bisa dipidana”, protesnya pada Insight #40 PKAD, Jumat, (25/6/2021). Menurut Chandra, perasaan baik-baik saja itu tidak bisa dipidana karena sifatnya privasi, hanya yang bersangkutan yang merasakannya. Sah-sah saja saat dia merasa baik-baik saja, meskipun sedang sakit, corona misalnya. Saat ditanya ada apa sebenarnya di balik vonis HaErEs ini, Chandra mengaku, ada beberapa keanehan. “Yang pertama, sebelum beliau ke Arab Saudi itu sudah berapa kali ditetapkan sebagai tersangka. Kedua, sampai di Arab infonya beliau juga terus dipantau. Ketiga, sampai di Indonesia, disambut ribuan jamaah. Nah, disini saya melihatnya aneh, kenapa dibiarkan sampai memasuki area bandara, seolah agar ada dasar atau alasan untuk diperkarakan”, paparnya. Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

MERIAH!, Pawai 1 Muharram 1441 H Di Surabaya



Surabaya pada Ahad (1/9/19) ramai dipadati ratusan warga Surabaya yang berbondong-bondong semarak mengikuti Pawai 1 Muharram 1441 Hijriyyah. Bertempat di Jl. Gubernur Suryo Surabaya, pawai dimulai tepat pukul 08.00 WIB di Taman Apsari berjalan ke Jl. Panglima Sudirman, dan memutar di Patung Karapan Sapi, Jl. Basuki Rahmat kemudian kembali kelokasi awal di Taman Apsari Surabaya.

Barisan awal di isi oleh bapak-bapak dan pemuda yang mengenakan pakaian khas Surabaya dan membawa atribut Tauhid mulai dari ikat kepala, sampai Panji Tauhid, disusul parade sepeda hias anak-anak yang juga tak lupa dihiasi Panji-panji Rasulullah al-liwa dan ar-rayyah.


Dibelakangnya disusul parade drumband anak-anak mengiringi derap langkah pawai dengan alunan musik Sholawat dan musik religi. 

Suasana semakin heroik saat barisan devile berkerudung orange membawa bendera al-liwa dan ar-rayyah, berjejer rapi sehingga menarik perhatian para pengguna jalan.


Kemudian dibelakangnya lagi para ibu-ibu dan pemudi-pemudi kota Surabaya berderet panjang dan rapi mendampingi anak2 yang mengenakan baju karnaval. 

Suasana ceria dan senyum merekah tampak pada barisan panjang tersebut. Bendera al-liwa dan ar-rayyah berkibar gagah diterpa angin sepoi Surabaya, mengiringi tema yang diusung #HijrahMenujuSyariahKaffah dan #KhilafahWillBeBack

Pawai tersebut sontak menjadi perhatian warga dab pengguna jalan yang berhenti dari aktivitas naik sepeda atau car free day-nya, tersenyum menyaksikan sajian parade panjang dan merasakan semangat Tahun Baru Islam, yang insyaAllah akan memberikan semangat perubahan yang lebih baik lagi.

Tepat pukul 10.00 WIB seluruh peserta pawai kembali berkumpul di Taman Apsari untuk mendengarkan Sambutan Ketua Panitia dan Ucapan Selamat Tahub Baru Islam, serta ungkapan terima kasih atas partisipasi nya dalam perayaan tersebut. Kemudian ditutup dengan doa dan peserta berangsung meninggalkan lokasi dengan tertib dan damai. (Naz)

Posting Komentar

0 Komentar