Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

KH Rahmat S. Labib: Menegaskan Kembali Makna Hijrah Sebelum Nonton Jejak Khilafah di Nusantara


Film dokumenter sejarah, Jejak Khilafah di Nusantara sudah ditunggu tayang perdana. Kamis (20/8/2020) bertepatan dengan Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1442 H. Seorang ulama Indonesia, KH Rahmat S. Labib menyampaikan pesan penting terkait Hijrah.


“Hijrah itu pemisah yang haq dengan bathil. Tak lain setelah hijrah umat Islam yang tadinya tidak punya daulah akhirnya miliki negara,”bebernya menjelaskan tonggak hijrah Rasulullah.


Peristiwa hijrah dimulai pada 13 H ketika rasulullah pada baitul aqobah kedua. Tatkala di Madinah al Munawaroh. Rasulullah menjadi pemimpin negara. 


“Karenanya seorang pemimpin negara berhak menentukan kapan perang dan berdamai?”


Fakta itu pun diungkap KH Rahmat dengan menjelaskan bahwa Rasulullah SAW mengangkat qadhi, wali, dan lainnya. Maka sejak saat itu, umat Islam punya daulah dan setelah itu seluruh jazirah arab berdad di kekuasaan Islam. 


“Beliau meninggalkan negara yang punya rakyat dan kedaulatan. Lalu dilanjutkan kepada Abu Bakar ra. Hal ini membuktikan bahwa khilafah adalah Negara warisan rasulullah SAW,”tambahnya.


Luar biasanya, Syam dan Persia ditaklukkan. Hal itu terus berlangsung selama 13 abad umat Islam memiliki negara. Saat itu, umat Islam memiliki kemualiaan yang luar biasa. Berlangsungnya dimulai Khilafah Abassiyah, Ummayyah, dan terkahir Utsmaniyah. 


“Hingga tahun 1924, berubahlah nasib umat Islam yang dari besar akhirnya mudah ditaklukkan. Maka untuk kembali menjadi Ummah adzimah, tiada lain kecuali mengembalikan khilafah seperti sebelumnya,”terang Kyai yang juga pengisi rubrik Tafsir di majalah Al-Wai’e itu.


Animo menonton film Jejak Khilafah di Nusantara, membawa nuansa baru memahami khilafah lebih dekat. Sebab jejaknya ada di sekitar umat Islam di Indonesia. Film pun akhirnya ditayangkan dengan lancar melalui saluran yang telah ditentukan panitia Jejak Khilafah di Nusantara. Selamat menikmati dan menonton.[hn]


#JejakKhilafahdiNusantara

#JKDNTheMovie

#NobarFilmKhilafah

#LiveFilmKhilafah

#JejakKhilafahTakBisaDikubur

#SejarahIslamIndonesia

#JasMerahKhilafah

#DakwahSyariahKhilafah

#MilenialDukungKhilafah

#KhilafahAjaranIslam

#MariPerjuangkanKhilafah


https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=629511034619188&id=100026808922217

Posting Komentar

0 Komentar