Home

PKAD—Chanda Purna Irawan menilai vonis HaErEs dan Pinagki ini adalah tindakan hukum yang berat sebelah sekaligus zalim. Jika memang kebohongan dianggap sebagai pidana, maka mestinya pejabat negara yang membuat statement atau kampanye yang tidak ditunaikan itu dianggap telah berbohong dan harus dipidana. Chandra Purna Irawan kemudian menyoroti mobil esemka, “Katanya ada mobil esemka, kok saya belum pernah lihat mobil merk itu ya? Nah kalau memang itu tidak nyata, berarti itu bohong dan bisa dipidana”, protesnya pada Insight #40 PKAD, Jumat, (25/6/2021). Menurut Chandra, perasaan baik-baik saja itu tidak bisa dipidana karena sifatnya privasi, hanya yang bersangkutan yang merasakannya. Sah-sah saja saat dia merasa baik-baik saja, meskipun sedang sakit, corona misalnya. Saat ditanya ada apa sebenarnya di balik vonis HaErEs ini, Chandra mengaku, ada beberapa keanehan. “Yang pertama, sebelum beliau ke Arab Saudi itu sudah berapa kali ditetapkan sebagai tersangka. Kedua, sampai di Arab infonya beliau juga terus dipantau. Ketiga, sampai di Indonesia, disambut ribuan jamaah. Nah, disini saya melihatnya aneh, kenapa dibiarkan sampai memasuki area bandara, seolah agar ada dasar atau alasan untuk diperkarakan”, paparnya. Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

KH Rahmat S. Labib: Menegaskan Kembali Makna Hijrah Sebelum Nonton Jejak Khilafah di Nusantara


Film dokumenter sejarah, Jejak Khilafah di Nusantara sudah ditunggu tayang perdana. Kamis (20/8/2020) bertepatan dengan Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1442 H. Seorang ulama Indonesia, KH Rahmat S. Labib menyampaikan pesan penting terkait Hijrah.


“Hijrah itu pemisah yang haq dengan bathil. Tak lain setelah hijrah umat Islam yang tadinya tidak punya daulah akhirnya miliki negara,”bebernya menjelaskan tonggak hijrah Rasulullah.


Peristiwa hijrah dimulai pada 13 H ketika rasulullah pada baitul aqobah kedua. Tatkala di Madinah al Munawaroh. Rasulullah menjadi pemimpin negara. 


“Karenanya seorang pemimpin negara berhak menentukan kapan perang dan berdamai?”


Fakta itu pun diungkap KH Rahmat dengan menjelaskan bahwa Rasulullah SAW mengangkat qadhi, wali, dan lainnya. Maka sejak saat itu, umat Islam punya daulah dan setelah itu seluruh jazirah arab berdad di kekuasaan Islam. 


“Beliau meninggalkan negara yang punya rakyat dan kedaulatan. Lalu dilanjutkan kepada Abu Bakar ra. Hal ini membuktikan bahwa khilafah adalah Negara warisan rasulullah SAW,”tambahnya.


Luar biasanya, Syam dan Persia ditaklukkan. Hal itu terus berlangsung selama 13 abad umat Islam memiliki negara. Saat itu, umat Islam memiliki kemualiaan yang luar biasa. Berlangsungnya dimulai Khilafah Abassiyah, Ummayyah, dan terkahir Utsmaniyah. 


“Hingga tahun 1924, berubahlah nasib umat Islam yang dari besar akhirnya mudah ditaklukkan. Maka untuk kembali menjadi Ummah adzimah, tiada lain kecuali mengembalikan khilafah seperti sebelumnya,”terang Kyai yang juga pengisi rubrik Tafsir di majalah Al-Wai’e itu.


Animo menonton film Jejak Khilafah di Nusantara, membawa nuansa baru memahami khilafah lebih dekat. Sebab jejaknya ada di sekitar umat Islam di Indonesia. Film pun akhirnya ditayangkan dengan lancar melalui saluran yang telah ditentukan panitia Jejak Khilafah di Nusantara. Selamat menikmati dan menonton.[hn]


#JejakKhilafahdiNusantara

#JKDNTheMovie

#NobarFilmKhilafah

#LiveFilmKhilafah

#JejakKhilafahTakBisaDikubur

#SejarahIslamIndonesia

#JasMerahKhilafah

#DakwahSyariahKhilafah

#MilenialDukungKhilafah

#KhilafahAjaranIslam

#MariPerjuangkanKhilafah


https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=629511034619188&id=100026808922217

Posting Komentar

0 Komentar