Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Nicko Pandawa Sutradara Film Jejak Khilafah di Nusantara, terlihat sedang meneliti Makam Kuno?

Menekuni inskripsi makam seorang pembesar Aceh di masa-masa awal terbentuknya kesultanan ini. Inilah makam Sultan 'Ali Mughayat Syah (w. 1530).

Di atasnya nisannya, terukir sebuah kalimat luar biasa yang diilustrasikan sebagai sifat Sultan 'Ali Mughayat Syah, yaitu

الغازي في البر و البحر ينصره الله

Petarung di darat dan di laut, semoga Allah senantiasa menolongnya.

Dan memang, tatkala kita buka kitab-kitab tarikh, beliaulah yang begitu tangguh untuk menghajar orang-orang kaphe Portugis yang cari gara-gara di sepanjang Selat Malaka. Beliau juga yang menggalakkan jihad untuk menaklukkan wilayah-wilayah di Sumatera agar menjadi dar al-Islam.

Di atas semua itu, Sultan 'Ali Mughayat Syah tetap menyadari kedudukan dirinya. Ia menyadari bahwa masih ada kekuasaan yang lebih tinggi dibanding Kesultanan Aceh. Maka tak heran, apabila beliau menunjukkan kesetiaannya dengan membai'at Sultan Selim I, penguasa pertama dari kalangan Utsmaniyyah yang menjabat sebagai Khalifah dan Amir al-Mu'minin, dan menjalin komunikasi mesra dengan wazir agung Khalifah, Sinan Paşa.

Rahimahullah, Sultan 'Ali Mughayat Syah.

Posting Komentar

0 Komentar