Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Menggema Seruan Khilafah di Aksi Solidaritas Bela Muslim Selandia Baru



Surabaya - 22 Maret 2019. Kaum Muslimin dari berbagai daerah di Surabaya hadir dalam aksi solidaritas bela muslim Selandia Baru di depan kedutaan besar Australia di Jalan Ir. Soekarno MERR. 

Peserta aksi yg berasal dari berbagai ormas Islam itu hadir karena menyikapi tindakan brutal yang dilakukan oleh seorang teroris berkebangsaan Australia pada Jumat lalu di dua masjid di Selandia Baru. sementara pemerintah Australia malah menyalahkan umat Islam di Selandia Baru atas insiden tersebut.

terlihat bendera ormas dikibarkan saat aksi berlangsung, dengan dominasi bendera berwarna hitam dan putih bertuliskan kalimat tauhid atau yang biasa disebut Al Liwa dan ar rayah. disertai teriakan takbir massa aksi mendengarkan orasi dari perwakilan ormas Islam yang hadir.

terdengar pula sesekali para peserta meneriakkan kata Khilafah ketika sang orator bertanya apa solusi dari permasalahan serta penindasan yang terus dialami kaum muslimin di berbagai belahan dunia. dimana ketika kaum muslimin mayoritas orang-orang kafir bisa hidup dengan tenang sementara ketika kaum muslimin minoritas mereka terus diintimidasi diteror bahkan dibantai dengan tembakan yang tidak berperikemanusiaan.




salah seorang orator dari forum umat Islam bersatu Surabaya menjelaskan bahwa seorang pemimpin dalam Islam adalah perisai di mana kita berlindung di belakangnya. sementara saat ini kaum muslimin terpecah belah antara satu bangsa dengan bangsa yang lain tidak memiliki pemimpin yang satu. pada akhirnya seakan ada sekat yang membatasi tatkala saudara seiman dizolimi di belahan bumi yang lain kita tidak bisa membela mereka.

di kesempatan lain orator dari FPI Surabaya ustaz Sasmito menyampaikan ketika orang kafir menjadi korban atas tindakan teror para pemimpin negara-negara di dunia satu suara menyerukan kecaman terhadap para peneror. sementara ketika umat Islam yang menjadi korban dunia bungkam bahkan pemimpin negeri muslim terbesar di dunia tidak tidak terdengar kecaman atas aksi teror yang terjadi di Selandia baru itu. seolah itu bukan urusan bangsa Indonesia padahal sebagai seorang muslim di manapun dia berada tanpa sekat nasionalisme kita adalah saudara. 

aksi yang berlangsung damai itu diakhiri dengan aksi teatrikal dengan melemparkan telur ke arah kedutaan besar Australia hal ini dikarenakan pemerintah Australia malah menyalahkan kaum muslimin di Selandia Baru. tentu hal ini adalah tindakan yang sangat tidak berperikemanusiaan di saat umat Islam menjadi korban kebrutalan teroris di saat itu pula mereka mengecam serta menyalahkan kaum muslimin. 

aksi damai tersebut diakhiri dengan pembacaan doa. para peserta terlihat syahdu seraya menundukkan kepala dan mengangkat tangan memohon pertolongan kepada Allah subhanahu wa ta'ala semoga umat Islam segera bersatu di bawah Khilafah islamiyah sehingga tidak terjadi lagi pembantaian demi pembantaian terhadap kaum muslimin. NAZ

Posting Komentar

0 Komentar