Home

PKAD—Chanda Purna Irawan menilai vonis HaErEs dan Pinagki ini adalah tindakan hukum yang berat sebelah sekaligus zalim. Jika memang kebohongan dianggap sebagai pidana, maka mestinya pejabat negara yang membuat statement atau kampanye yang tidak ditunaikan itu dianggap telah berbohong dan harus dipidana. Chandra Purna Irawan kemudian menyoroti mobil esemka, “Katanya ada mobil esemka, kok saya belum pernah lihat mobil merk itu ya? Nah kalau memang itu tidak nyata, berarti itu bohong dan bisa dipidana”, protesnya pada Insight #40 PKAD, Jumat, (25/6/2021). Menurut Chandra, perasaan baik-baik saja itu tidak bisa dipidana karena sifatnya privasi, hanya yang bersangkutan yang merasakannya. Sah-sah saja saat dia merasa baik-baik saja, meskipun sedang sakit, corona misalnya. Saat ditanya ada apa sebenarnya di balik vonis HaErEs ini, Chandra mengaku, ada beberapa keanehan. “Yang pertama, sebelum beliau ke Arab Saudi itu sudah berapa kali ditetapkan sebagai tersangka. Kedua, sampai di Arab infonya beliau juga terus dipantau. Ketiga, sampai di Indonesia, disambut ribuan jamaah. Nah, disini saya melihatnya aneh, kenapa dibiarkan sampai memasuki area bandara, seolah agar ada dasar atau alasan untuk diperkarakan”, paparnya. Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Setidaknya 50 orang tewas akibat banjir bandang di Indonesia timur


Hujan deras di provinsi Papua memicu tanah longsor, merusak puluhan rumah


Setidaknya 50 orang telah tewas oleh banjir bandang di provinsi Papua timur Indonesia.
Banjir di Sentani, dekat ibukota provinsi Jayapura, dipicu oleh hujan lebat dan tanah longsor berikutnya pada hari Sabtu, dan juga menyebabkan 59 orang terluka.
Puluhan rumah rusak oleh banjir, kata juru bicara badan bencana nasional Sutopo Purwo Nugroho.
"Jumlah korban dan dampak dari bencana tersebut kemungkinan akan meningkat karena tim pencarian dan penyelamatan masih berusaha menjangkau daerah-daerah lain yang terkena dampak."
Air sudah surut tetapi para pejabat masih berusaha mengevakuasi orang.

“Tim pencarian dan penyelamatan bersama masih melakukan evakuasi dan tidak semua daerah yang terkena dampak telah dijangkau karena pohon tumbang, batu, lumpur dan material lainnya,” kata Nugroho.
Di Doyo, salah satu daerah yang paling terdampak, sebuah kompleks perumahan berserakan dengan batu-batu besar yang diyakini telah terguling dari gunung di dekatnya.
Rekaman video dari tempat kejadian menunjukkan penyelamat yang memberikan oksigen kepada korban yang tampak terjebak di bawah pohon tumbang.

Pohon-pohon yang tumbang dan puing-puing lainnya berserakan di jalan berlumpur, sementara di bandara kecil Jayapura, sebuah pesawat baling-baling tergeletak sebagian hancur di landasan.
“Hujan mulai semalam dan berlanjut sampai sekitar jam 1 pagi ini,” kata Lilis Puji Hastuti, seorang ibu berusia 29 tahun dari dua anak di Sentani.
“Rumah kami dibanjiri lumpur tebal ... Kami segera mengambil barang-barang berharga kami dan berlari ke rumah [dua lantai tetangga] untuk mengungsi.
"Sulit untuk keluar dari daerah itu karena banyak jalan yang terhalang ... Aku khawatir, sedih dan takut sekaligus."

Di Sentani, tenda telah didirikan untuk menampung korban banjir dan merawat yang terluka.
Provinsi Papua, Indonesia, berbatasan dengan Papua Nugini.
Banjir tidak jarang terjadi di Indonesia , terutama selama musim hujan yang berlangsung dari Oktober hingga April.
Pada bulan Januari, banjir dan tanah longsor menewaskan sedikitnya 70 orang di pulau Sulawesi, sementara awal bulan ini ratusan di provinsi Jawa Barat terpaksa diungsikan ketika hujan lebat memicu banjir hebat.
  


Posting Komentar

0 Komentar