Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Ekonomi Kapitalisme dan Pemimpin Tak Amanah Biang Kelangkaan Pangan

 


PKAD—Kelangkaan pangan yang terjadi belakangan ini disebabkan dua hal. Yang pertama adalah diterapkannya sistem ekonomi kapitalis yang meliberalisasi perdagangan dengan mekanisme pasar bebas dan pemimpin khianat yang tidak amanah. Dalam konteks kedelai, kelangkaan disebabkan buruknya produksi, sarana produksi dan distribusi. Pasar bebas menyebabkan negara tidak lagi memiliki kedaulatan pangan. 


“Bulog yang merupakan representasi pemerintah tidak dapat melindungi dan menjamin pemenuhan kebutuhan pangan rakyat, yang terjadi justru terkadang Bulog juga bermain melalui mekanisme impor yang mereka lakukan,” ungkap Dr Arim Nasim saat dimintai pendapat dan solusinya terhadap ketiadaan tempe dan tahu dipasaran, di Chanel YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data, Rabu (23/02/2022)


"Tahun 2021 sekitar 2,6 juta kebutuhan kedelai kita dapatkan dari impor , berarti sekitar 70 sampai dengan 80 persen kebutuhan kedelai dipenuhi dari impor. Sampai hari ini pun kita masih impor. Ironis di negara agraris yang subur dan banyak ahli pertanian kita ketergantungan pada impor," imbuhnya


Lebih jauh lagi ia katakan, solusi Islam atas permasalahan kelangkaan pangan, diawali dari paradigma berpikir bahwa negara wajib memenuhi kebutuhan pangan rakyat. Dalam konteks kedelai, negara harus berperan dominan untuk hal produksi, sarana produksi dan distribusi, meski tidak semuanya harus dilakukan negara.


“Sudah menjadi kewajiban negara dalam Islam mengupayakan harga pangan murah sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kebutuhan pangan rakyatnya," terangnya


Perlu adanya edukasi ditengah masyarakat, yang masih saja kita jumpai ungkapan, “tidak apa mahal yang penting masih mampu membeli.” Padahal problem kelangkaan pangan merupakan problem struktural yang memerlukan pembenahan sistemik,” ujarnya


Solusi kompherensif terhadap permasalahan ini adalah dengan melihat akar masalahnya, yaitu memperbaiki sistem dengan sistem politik ekonomi Islam dan mengganti pemimpin dengan pemimpin yang amanah dan bertanggungjawab.” Pungkasnya []

Posting Komentar

0 Komentar