Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Dua Model Kepemimpinan yang Baik Menurut Hadits


PKAD—Menanggapi model kepemimpinan seperti apa yang seharusnya dimiliki oleh seorang penguasa, Mr.Harit (Mudir Ponpes. Darul Ma'rifah Samarinda) menyampaikan dua hadits nabi dalam Insight Ke-147 Pusat Kajian dan Analisa Data (PKAD) : Puan dan Kepak Sayap Kepemimpinan Indonesia (Rabu, 9/02/22) di YouTube Pusat Kajian dan Analisa Data 


"Dalam perspektif Islam ada dua hadits yang bisa dijadikan rujukan untuk menilai suatu model kepemimpinan itu baik atau tidak,"ujarnya 


Hadits yang pertama menurutnya yang berasal dari mutafaq'alaih :

"Wahai Abdurahman bin Jamroh, janganlah engkau meminta kekuasaan, karena sesungguhnya jika engkau diberi kekuasaan tanpa memintanya engkau akan ditolak untuk menjalankannya namun jika engkau diberi kekuasaan karena memintanya maka engkau akan dibebani menjalankan kekuasaan tersebut,"jelasnya. 


"Satu motif mental seperti ini sangat jauh dari jiwa politisi yang ada saat ini, kehadiran mereka dalam kancah perpolitikan itu karena kecintaan mereka pada kekuasaan. Hal ini akan berkorelasi dengan model kekuasaan seperti apa setelah kekuasaan itu di dapat,"ungkapnya. 


Lalu ia melanjutkan, hadits yang kedua dari A'raf Ibnu Malik, bahwasanya Nabi Saw pernah bersabda :

"Sebaik-baiknya pemimpin adalah orang-orang yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian, kalian mendoakan mereka dan mereka pun mendoakan kalian sedangkan seburuk-buruknya pemimpin ialah yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian,"paparnya. 


"Namun melihat kenyataan di lapangan, kondisi seperti dalam hadits tersebut tidak tergambar di negeri ini. Hari ini rakyat berteriak dan mengeluh karena posisi mereka yang tak berdaya namun dibalas dengan segenap tingkah dan kebijakan politik yang tidak menyelesaikan masalah tapi sering kali memperbesar masalah sehingga secara sosial kondisi negeri kita tidak sedang baik-baik saja,"urainya. 


Kemudian pada penutup ia menyampaikan, seharusnya seorang pemimpin itu menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya dan harus bersikap sebagai pelayan bagi rakyatnya.

Posting Komentar

0 Komentar