Home

PKAD—Pemberitaan terkait latihan bersama (latma) TNI AD dengan Tentara Amerika Serikat viral di media. TNI AD pun menggelar konfrensi pers. Latihan ini merupakan latihan terbesar. Pusat Kajian dan Analisis Data mengdakan diskusi online via zoom dan youtube. Mengangkat tema “Latihan Bersama Garuda Shield Ke-15 Tentara Indonesia Dan Amerika Serikat, Implikasi Kedigdayaan Militerkah?”, Jumat (30/7/2021). Hadir sebagai narasumber Khairul Fahmi (Institute for Security and Strategic Studies), Marsekal Muda TNI (Purn) H. Amirullah Amin (Pengamat Militer), Dr H. Budi Mulyana, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional). Khiarul Fahmi mengungkapkan “Jika ingin membandingkan kekuatan militer AS dengan Indonesia, maka akan terlalu ketinggian. Namun disisi lain, skala Asia Tenggara, Indonesia memiliki statistik kekuatan militer yang terbesar. Setelah Indonesia posisi kedua diisi Vietnam.” Baca berita selengkapnya di www.pojokkota.com

Eggi Sudjana Ungkap Kejahatan Politik dan Pengkhianatan dalam Konstitusi di FGD PKAD

 


PKAD—"Resonansi Ukraina dan Tunda Pemilu" adalah tema yang diangkat FGD # 45 Pusat Kajian Dan Analisis Data Sabtu (5/03/2020). Mengahadirkan narasumber yang ahli dibidangnya Prof. Dr. H. Eggi Sudjana Sukarna Mastal, S.H, M.Si Ketua Umum Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA).


"Ini adalah kejahatan politik dan pengkhianatan dalam konstitusi", Kata Egggi Sudjana. Menyikapi penundaan pemilu 2024.


"Ini makar, ini jelas - jelas makar namanya", tegas beliau. Konstruk hukumnya mereka harus diadili.


Usulan dari Eggi, "People Power", karena pemilu 2019 sangat curang.


"Ini momentum kesadaran konstitusi buat rakyat untuk mengadili mereka itu", tambahnya. 


"Kita harus gerak bersama - sama untuk melawan kedzoliman", ajak beliau.


Terkait Ukraina Rusia, beliau menyampaikan bahwa "Perang ini perang ideologi melawan rezim AS". 


Penutup dari beliau, Satu, "Persepsi kita harus sama bahwa kita sedang dipimpin oleh pemimpin yang dzalim, rezim yang dzalim, rezim yang menista agama Allah"


Dua, "Kesadaraan yang sama pakai konsep tahu diri bahwa kita harus tampil"


"Semoga kita satu persepsi, satu kesadaran, satu pentaatan hanya pada Allah SWT", imbuh beliau.[]

Posting Komentar

0 Komentar